Bung, Gelas itu nampak kosong

Bung, Gelas itu nampak kosong

Apapun aktivitasTa hari ini jangan lupa ngopi. Sekedar melegalkan rasa, pembuka aura, meningkatkan kualitas inspirasi. Dan tentunya mempertajam kadar ketampanan secara signifikan sebesar 97,8% di atas rata-rata pria pada umumnya”.


Jangan remehkan gelas tak berisi. Meski tampak selalu kosong, tapi tak ada yang tahu sebenarnya telah ada ribuan liter kopi yang pernah terhidang di dalamnya.

Bahkan sang gelas masih siap menerima ribuan seduhan lagi. Diisi lagi. Belajar lagi. Mencari wawasan lagi. Menambah skill lagi. Menimbah pengalaman lagi. Sembari melihat orang-orang tersenyum, tertawa berbahagia saat memegangnya.
Bagaimana bisa selalu kosong, sedang sang gelas terus menerus diisi?
Karena ia selalu berikan kopinya pada orang lain. Memberi dengan cara yang manusiawi. Dihidangkan diatas nampan yang cantik dan elegan. Selalu indah dipandangi. Menjadi manfaat bagi orang lain. Tanpa menyakiti justru bisa dinikmati.


Sedang gelas yang tamak dan sombong, tak pernah ingin mengosongkan isinya. Akibatnya, ketika sudah penuh ia hanya bisa memuntahkan banyak ilmu yang tidak bisa ia tampung. Dimuntahkannya dengan hinaan, memandang enteng, caci, dan makian kepada orang lain dengan penuh keangkuhan. Padahal muntahan ilmunya tidak bermanfaat sama sekali bagi orang lain, justru hanya dianggap kotoran, noda yang harus sesegera mungkin dihapus.


Sedang si sombong masih saja diam ditempatnya berdiri, angkuh dengan deretan kelompoknya, tinggi hati bersama imajinasinya sendiri. Jauh di meja-meja seberang, sang gelas yang dianggap kosong terus bergerak dengan riang gembira serta ceria dikelilingi para pecinta kopi sejati.


“Tetap saja merasa diri dianggap kosong, biar jauh dari rasa sombong”.
Karena sikap diam adalah kawan abadi, yang tidak akan pernah mengkhianati. Dan, tentunya jadikan segelas kopi sebagai inspirasi diri, agar senantiasa mawas diri.


Selamat mencicipi secangkir kopi bersama keluarga, sanak saudara dan kawan-kawan sejati.

Copyright © 2020 . Developed by Teman Mudata

%d blogger menyukai ini: